Panah

Berterimakasih pada asap
yang menyelimuti desah
menemani rindu yang lelah

Jika tak ada lagi celah,
apakah itu berarti kalah?

Ah..pipiku basah
Dimana kau wahai sang pemanah?
Yang membuat hatiku resah gelisah

Katakan padaku
bahagia belum punah,
cinta masih tegar melangkah
dan kita belum sejarah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s