Ditampar Ikan

Rasanya seperti tertusuk sembilu
Perih.
Sampai ke ulu hati.

Air mata sontak merebak.

Logika sudah menduga sejak awal
pahit datang menjemput
bahagia hanya sesaat
derita tersisa

Kini hati terserak
sayap cinta mengepak patah
bahagia menggelepar liar
asa nyaris menyerah

Terasa asam
manis entah hilang kemana

Ah dimana putih..
semua hitam
dinding menyempit mengurung
udara pengap sesak
gelap.

Sekali lagi, sepotong jiwa terenggut,
MATI.

Advertisements

Panah

Berterimakasih pada asap
yang menyelimuti desah
menemani rindu yang lelah

Jika tak ada lagi celah,
apakah itu berarti kalah?

Ah..pipiku basah
Dimana kau wahai sang pemanah?
Yang membuat hatiku resah gelisah

Katakan padaku
bahagia belum punah,
cinta masih tegar melangkah
dan kita belum sejarah.