biasa, tidak biasa
rasanya jadi kebiasaan, membuka laptop, masuk ke dunia maya dan memeriksa apakah kamu online atau tidak.
mengetikkan kata “hai” juga jadi kebiasaan baru, dan tanpa disadari, kita berdua sudah terbelit dalam kata-kata. Kadang saling menggoda, saling mengejek, atau hanya berbicara basa-basi.
dan karena sudah biasa, jadi tidak biasa jika kamu dan aku saling mengacuhkan. begitu juga dengan beberapa sapaku yang terbiarkan begitu saja.
Mungkin kamu tidak menerimanya, karena koneksi payah seperti yang selalu kamu bilang. Tapi, rasa tidak biasa ini lama-kelamaan mengganggu. Aku mulai kesal dengan caramu mengabaikanku.
kenapa? apa karena aku menyentuh sisi rapuhmu malam itu? saat aku bertanya hal yang membuat kamu terluka jauh di masa lalu. oke, tidak perlu dibahas, itu bukan teritoriku.
satu hal yang ingin aku katakan padamu, berhenti mempermainkanku. seperti di awal perjanjian tidak tertulis itu. tidak ada perasaan disini, semua hanya bersenang-senang. tapi jika kamu memang sudah bosan, bilang saja. aku tidak serapuh itu.
ah, sial.
mungkin aku melanggar perjanjian dan mulai menggunakan perasaanku.
*sorry for not using your language*
About this entry
You’re currently reading “biasa, tidak biasa,” an entry on ..senja
- Published:
- July 29, 2009 / 8:01 pm
- Category:
- ceritaku..., cinta..cinta..cinta
- Tags:



2 Comments
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]