Aqua di Gio

wangi itu…aku menciumnya sekelebat, dan dalam sesaat seluruh perasaan lama datang membanjir.

Ada getar terasa, membuat kepalaku pusing padahal tak ada wujudmu dihadapanku. Hanya angin yang membawamu dalam sebentuk wangi.

Apakah itu pertanda aku masih begitu mencintaimu? mengingatmu dalam segala rupa? mengenangmu dalam berbagai hal? apakah itu berarti aku lemah?

tempat ini..memang tempat aku dan kamu sering bertemu, tapi bukan karena itu aku sering kembali. Aku selalu mengatakan pada diriku, akupun harus mengerjakan tugas-tugasku, dan itu berarti kembali ke tempat ini. Tempat yang aku anggap sebagai tempat kita.

Hari ini, disaat ketika kata kita sudah tidak lagi terjalin, kamu kembali padaku. Tidak dalam bentuk nyata, hanya wangimu yang menyelimutiku. Mengembalikan sedikit hangat pada jiwaku yang dingin.

Aku menarik nafas dalam, menghirup wangimu sedalam-dalamnya demi mengentaskan laparku. Dan diantara wangi yang membuatku terkenang akan romansa lama, ada tanya menyelusup.

Mungkinkah semua ini salahku? membiarkan kamu begitu dalam tertanam hingga sulit tercerabut, apakah aku seharusnya membuat benteng pertahanan sehingga aku tidak perlu merasa sesakit dan sekosong tanpamu?

Aku tahu,  aku seharusnya berjalan pergi, menegakkan kepala dan meninggalkanmu dibelakang bersama semua cerita masa lalu. Tapi aku masih terpaku, belum ingin beranjak pergi, masih menginginkan hangatmu. Yah, mungkin selama wangimu masih menyelimutiku, karenanya..izinkan aku mengenangmu hari ini.



Blue Net, satu hari setelah valentine


About this entry