Sewaktu menerima undangan liputan Bali Fashion Week 2008, gue seneng bukan kepalang. Bali bow!!! Kapan lagi???? Tapi, buru-buru gue meredam segala kesenangan itu. Soalnya, tahun lalu pas gue meliput acara yang sama, penyelenggaraannya kacau-balau. But, we have to be positive, don’t we? Makanya, gue tetap antusias. Dalam hati berpikir, ini tahun kedelapan dan segalanya bisa berubah. Dan semangat pun kembali terkumpul. Tumpukan deadline gue kerjakan dengan semangat ’45. Hidup Bali!!!!
Then come the day. Pesawat delay, jalanan macet, nggak masalah. Malah dengan exciting-nya, gue dan Icha turun dari taksi dan nonton parade carnival yang jadi penyebab kemacetan. Sempet foto-foto juga lho...Lalu, kami pun kembali ke taksi. Dogolnya, karena semua nggak ngeh dimana hotel berada, kita sempet bengong di dalem taksi, di depan jalanan masuk hotelnya. Kedogolan berlanjut, karena tukang taksinya nurunin kita di gang sebelah, yang rada bikin muter-muter. Memang, kita terlihat seperti orang tolol, bolak-balik tiga kali sambil geret koper.
Yasudahlah. Taksapa. Toh, hotelnya lumayan bagus. Baru pula. Harmoni Hotel di Legian Arcade, Jalan Legian Raya 191. Tapi, saking barunya hotel ini sangat-sangat minimalis. Restoran belum jadi, hanger pun tak ada..huhuhu..syukur gue kreatif J dan yang bikin lucu, kamar mandinya nyetrum. Yes…lu nggak salah baca. Bener-bener nyetrum pake listrik, hehehe..lumayan bikin panik bukan? Continue reading