Sepi
Teman sekamarku pergi. empat hari. Rasanya sih, biasa. tapi, somehow..ketika pulang kembali ke kamar kecil itu, menjelang subuh, entah kenapa, terasa sepi. Sekarang memang ada TV, pygma pun tetap setia bernyanyi. Tapi, nggak ada yang menanggapi obrolan malam nan nggak penting itu. Paling-paling stabi mengeong, cari perhatian.
Sisanya…
suara TV, lagu-lagu dari pygma, atau suaraku yang mengulang nyanyian dengan nada satu oktaf lebih tinggi.
sepi…karena aku sendirian. (kucing putih ganas itu, nggak ikut diitung)
kalau sudah begini, aku pasti ingat kamu.
semua malam bersamamu, meski tanpa kata
entah mengapa terasa penuh
aku merindukan segelanya
kamu dan waktuku bersamamu
ingin kembali ke masa itu
ingin mengulang cerita
tapi aku teringat luka,
darah, nanah, dan perih yang tak kunjung reda
rasa rindu pun sontak tertahan
usai sudah waktuku bersamamu
sudah selesai cerita kita
kini aku harus berjalan….sendiri
mungkin,
ada bahagia di ujung sana
mengutip Paulo Coelho… “i may not happy, but i’m content”
–and that’s my life right now–
About this entry
You’re currently reading “Sepi,” an entry on ..senja
- Published:
- July 19, 2008 / 9:39 am
- Category:
- ceritaku..., cinta..cinta..cinta, untai kata



3 Comments
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]