Kurus
Kemarin, saya ditawari paket perawatan yang menarik. Tusuk jarum alias akupuntur gratis selama satu bulan penuh, yang dijamin dapat menurunkan berat badan hingga 8 kilogram. Hilang bobot delapan kilo berarti mengembalikan berat badan tubuh saya ke massa idealnya, yakni 55 kg.
Dulu, sekitar masa-masa perkuliahan, kira-kira bobot saya tidak lebih dari 55kg. Kata orang sih, sintal. Tapi, waktu itu saya masih merasa tidak puas, karena tubuh saya tidak seimbang. Besar di atas dan kecil di bawah. Aneh kan? Tapi nggak papalah, toh itu sama dengan aset pribadi
Saya juga merasa baik-baik saja dengan bobot itu. Tapi entah kenapa, semakin lama, berat badan rasanya kok semakin bertambah. Padahal, jika dilihat dari gaya hidup yang hancur-hancuran, yang mungkin terjadi adalah saya semakin kehilangan bobot. Tapi, malah sebaliknya, secara bertahap, berat badan saya terus naik, hingga ke bobot sekarang ini. Pffiuhhh, sebal juga rasanya. Padahal, saya bukan orang yang ambil pusing dengan masalah bobot. Tapi, baju-baju yang saya sukai dulu, tidak bisa lagi saya kenakan, dan lekuk pinggang yang dulu terlihat, sekarang tampaknya menghilang. Digantikan siluet lurus mulai pinggang ke bawah, belum lagi masalah perut yang membuncit. Sama sekali tidak indah.
Mempertimbangkan semua hal itu, dan popularitas di zaman kuliah dulu (ehemm) maka saya langsung bilang, “oke, saya ikut!” dengan antusias.
Dan tusuk jarum itu dilakukanlah. Rasanya geli, puluhan jarum tipis ditusukkan ke telinga, perut, paha, dan betis. Setelah itu, jarum-jarum itu dihubungkan ke elektroda untuk digetarkan. Di atas perut diberi alat pemanas, yang menurut si terapis, gunanya untuk melancarkan peredaran darah, sekaligus mempercepat pembakaran lemak. Hmmm, bagian ini gampang.
Kedua, sewaktu pulang, saya dibekali sekantung pil dan teh herbal untuk memaksimalkan pengaruh akupuntur tadi, plus enam belas pantangan makanan. Haaah!! mendengarnya saja sudah cukup membuat saya membelalak. Bayangkan, dari 16 pantangan itu, lebih dari separuhnya adalah makanan saya sehari-hari, mulai dari buah-buahan mahanikmat seperti duren, nangka, mangga, pisang, dan alpukat, sampai ke ikan-ikan superdelicious macam salmon, lele, dan patin. Hiks, yang ini susah. Sangat susah.
Dihari pertama, saya sangat antusias dengan ide hilang bobot sebanyak delapan kilo tadi. Makanya semua peraturan saya taati. Meski beberapa kali terjadi pelanggaran kecil, seperti makan nasi gila di tengah malam dan menyantap cemilan-cemilan ekstra saat mengetik. Hehe..
Yah, mungkin saya bukan orang yang cocok dengan diet-diet ketat macam itu. Apalagi, saya orang yang jauh dari disiplin, terutama soal waktu dan pantangan terhadap hal-hal yang saya sukai. Parahnya, di kepala saya sudah ada doktrin tertentu untuk melanggar setiap peraturan. Bukankah, peraturan itu dibuat untuk dilanggar???
Tapi, urusan tusuk jarum ini ternyata memang ada khasiatnya. Mungkin belum terlihat secara fisik, tapi setidaknya saya merasa metabolisme tubuh berlangsung lebih cepat dan entah kenapa, saya jadi tidak bisa makan banyak, kendati lapar sekalipun. Mmmhhh….jadi apakah delapan kilo itu akan hilang? Yah, tunggu bulan depan.
About this entry
You’re currently reading “Kurus,” an entry on ..senja
- Published:
- July 3, 2008 / 10:15 am
- Category:
- ceritaku...
- Tags:
- akupuntur



4 Comments
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]