hhhh…pengen tarik nafas trus dikeluarin sekaligus…biar lega! rasanya ada yang ngehimpit dada akhir-akhir ini…ada eforia, sedih, sakit hati, juga perasaan sendirian…
baru saja mengadakan pembicaraan lumayan serius dengan mamak dan uli di taman bimantara. Aku bilang, sakit itu masih ada..luka itu belum juga sembuh…tapi aku terus berusaha tersenyum. Buat apa sih, ngerusak hari sama mood yang naik turun? pria itu, yang dengan rajinnya bercokol di kepala, memang seringkali merusak hari…menyayat hati, sampai rasanya ingin bergelung dalam gelap dan menangis hingga tuntas. Juga, mengentaskan perih lewat darah yang mengalir, pelan…
Tapi, untuk apalah menyakiti diri? aku punya kewajiban, teman-teman, juga keluarga yang bisa membuatku bahagia, marah, bahkan benci…tapi setidaknya, lewat mereka, aku tahu hidup terus berjalan..
lalu, ada pria ini…yang senyumnya bisa mencerahkan hari…berbeda dengan dia yang kata-katanya selalu membuat mendung. Tapi, aku takut…jatuh dan kembali terluka, takut tidak bisa bangun lagi dan berdiri…Luka ini masih besar menganga..belum bisa aku tutup dengan sempurna.
…biarlah aku berjalan tertatih, menata hidupku satu-persatu, langkah demi langkah, sambil berusaha menangkap seribu arti di balik senyum itu…
–semoga, semuanya berlangsung baik-baik saja..–










