Selamat ulang tahun. Hanya kalimat singkat itu yang aku kirimkan lewat pesan singkat dari ponsel.
Namun, kalimat biasa itu mengandung semua rasa rindu yang aku punya. Malam ini, saat usiamu bertambah, ingin aku ada di sana, di sisimu. Memberimu pelukan hangat, mungkin sebuah kecupan, untuk melengkapi ucapan selamat yang singkat itu.
Tapi kenyataannya, kamu di sana dan aku di sini. Menahan rindu yang meluap, yang muncul hanya dari barisan angka yang tertera di phonebook ponselku. Angka-angka itu, sebenarnya bisa dengan mudah menghubungkanku denganmu. Hanya lewat satu tombol saja, dan aku bisa mendengar suara beratmu lagi. Satu tombol, yang bisa membantuku mengentaskan rindu ini.
Aku bertahan sayang. Tombol itu tidak kutekan. Tapi aku menekan rinduku, membiarkan sakitnya menyebar ke seluruh tubuhku. Meresapi pedih yang menyelusup perlahan dalam darahku. Menikmati rindu yang tak terlampiaskan. Menikmati memori tentangmu, lalu bercinta dengan kata.
Ah..aku merindukan malam-malam itu. Saat kau ada disampingku, memelukku sembari menceritakan hal-hal kecil yang kau temui. Aku merindukan tatap tajam matamu. Aku merindukan senyummu. Aku merindukan wangi tubuhmu, yang selalu tertinggal di bantal pada pagi hari. Waktu itu, saat aku merindu, aku bisa memeluk bantal itu dan membayangkan kamu ada. Tapi tidak saat ini. Karena aku di sini dan kamu jauh di sana.
Aku tidak mengharap ada balasan yang masuk ke ponselku. Aku sudah terlalu mengerti tabiatmu. Bahkan aku mencintai kebiasaanmu yang selalu membuatku berharap cemas, menanti, kendati perih.
Hanya saja, malam ini…aku membutuhkan semua hal tentangmu. Jadi biarkan aku memeluk bayangmu dan berfantasi. Bahwa kamu, nun jauh di sana, juga sempat merindukanku. Sempat tersenyum karena kalimat biasa itu dan sempat memikirkanku. Berbekal imajinasi, aku bisa tetap tersenyum hari ini, meski desah pedih kadang tak tertahan.
Dan untuk menghalaunya pergi, aku mengembuskannya bersama asap rokok. Menikmati getir yang tertinggal di lidah dan berharap angin bisa membawa rinduku, yang tercampur asap, ke pangkuanmu.
Sekali lagi, selamat ulang tahun. Jika kamu merasakan rindu ini, kirimkan satu kecupan untuk menemani tidurku. Kendati hanya dalam imaji.
you will always be a part of me
i’m a part of you indefenately
boy don’t you know you can’t escape me
Darling, ’cause you always be my baby
–Mariah Carey, Always Be My Baby–